bogor dan sekitarnya, jalan-jalan hemat, puncak

Memanjakan Mata di Taman Bunga Nusantara

Ceritanya, dalam rangka liburan sekolah yg tertunda (karena menjelang akhir liburan, cuti suami baru di approve sama kantor), kami memutuskan untuk jalan-jalan sejenak dari kepenatan. Setelah berembuk, daerah sekitaran Puncak, Bogor lah yang jadi destinasi liburan. 

Kalau pernah baca blog saya ini, pasti tahu betul kalau saya nggak terlalu suka liburan ke Puncak. Karena maceeeet bgt tiap akhir pekan. Tapi, dengan beberapa pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke sana. 

Pertama, karena lebih dekat dari Kota Bogor dan kedua karena kalau berangkat pagi-pagi buta biasanya jalanan lowong. Beda kalau kami memutuskan untuk ke Anyer atau Carita (maklum pas hari kerja, udah kebayang betapa macetnya tol Jagorawi menuju Tol Merak). 

Sempat bingung juga mikirin mau jalan ke mana lagi di Puncak. Maklum, sebagai urang Bogor, setiap sudut Puncak dah lumayan hafal. Jadi bosen kalau ke situ-situ terus.. Hahaha. hadeeh.. mau liburan perasaan rempong amat yak..

Akhirnya, saya memutuskan (secara sepihak) buat booking hotel di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Agak sonoan dikit lah dari Puncak. hihihi. 

Pertimbangannya karena tempat wisata di sana lumayan banyak dan nggak terlalu crowded. Lagian, anak kami terakhir diajak ke sana saat dia masih bayi usia 1.5 tahun. Jadi, pas lah kalau sekarang usianya sudah 7 tahun diajak ke sana lagi. 

Saya sudah menyusun itinerary yg sekiranya okelah buat short getaway kami (cuma bisa jalan hari kamis sampai jumat doang bow). Tadinya saya ancer-ancer mau ngajak keluarga ke Taman Bunga Nusantara, Arena Fantasi, Little Venice, dan penangkaran rusa di Cariu.

Namun, rencana tinggal rencana. Kami akhirnya cuma bisa ke Taman Bunga Nusantara dan mampir ke Gunung Mas keesokan harinya karena hari Kamis si kecil kecapean berat sepulang dari TBN. Dan esoknya berhubung hari Jumat, pastinya kepotong sholat Jumat dulu.

Seperti biasa, kami berdua emang gemar sekali ngasih kejutan tiap jalan-jalan dengan anak. Malamnya sebelum berangkat, saya sudah sibuk packing bawaan (pas si kecil udah bobo pulas). Tengah malam buta sudah masuk-masukkin koper, cemilan, dan bawaan lainnya ke bagasi mobil. 

Paginya, usai sholat Subuh, langsung deh mandi pakai air hangat dan cusss berangkat. Untungnya tuh anak emang bangunnya pagi (emaknya kalah deh) dan nurut aja disuruh siap-siap. Dengan polosnya dia nanya, ‘kok ayah nggak kerja? Kita mau lari pagi ya, apa hiking di Gunung Pancar?’ (Kedua aktivitas tsb emang hobi keluarga kami) 

Makin heran lah dia ketika ayahnya nyetir mobil ke arah Puncak dan teruuuuus aja melewati Puncak Pass. Wilayah yg jarang kami lewati karena biasanya mentok ampe Melrimba atau Rindu Alam. Hehehehe.. Kami sempat berhenti dulu di Riung Gunung untuk sarapan pagi. Maklum, jam setengah 6 dah jalan nggak sempat sarapan.

Karena jalanan lowong, pukul 07.30 kami jadi pengunjung pertama yg udah parkir di depan pintu masuk TBN. Kepagian banget.. πŸ˜‚

Oh iya. jam operasional TBN adalah dari pukul 08.00-17.00 pas weekday dan pukul 08.00-17.30 pas weekend.

Tiket masuknya 40 ribu per orang. Sedangkan tiket parkir kendaraan 10 ribu untuk motor dan 15 ribu untuk mobil. Kalau bus kayaknya sekitar 20 atau 25 ribu.. lupaaaa. hehehe. 

Ada juga tiket buat naik Dotto train (semacam kereta gandeng) dan Garden Trem seharga masing-masing 50 ribu per orang, tiket mobil wira wiri seharga 5 ribu per orang, tiket peta taman labirin 2 ribu rupiah, dan tiket masuk rumah kaca juga 2 ribu Rupiah. 

Sekilas mengenai Taman Bunga Nusantara,  taman ini pertama kali diresmikan tanggal 10 September 1995 oleh Presiden Soeharto. Luasnya 23 hektar dan memiliki ratusan koleksi bunga, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Penataan landscape  taman-taman di TBN cantik sekali. Sangat instagramable. Dari pintu masuk loketnya saja saya sudah terbengong-bengong terpesona. 

Di sini banyak sekali taman dan topiari (tanaman yg dibentuk menyerupai hewan). Ada taman air, taman jam, taman angsa, taman palem, taman mediterania, taman Jepang, taman Perancis, taman mawar, taman Bali, taman Amerika, taman kaktus, dll. 

Favorit saya adalah taman Jepang dan  taman Amerika karena suka banget sama desain landscape nya. Sangat cocok untuk mengademkan otak.

Di sini boleh bawa bekal kok. Disediakan banyak tempat duduk dan ada area pikniknya juga. Kalau nggak bawa bekal pun tenang aja. Nggak akan kelaperan. Di sana banyak banget food stall dan juga restoran yg bertebaran. 

Oh iya, kalau ke TBN, jangan lupa mampir ke Alam Imajinasi. Letaknya di dekat lokasi Musical Fountain dan Dahlia Corner

Alam Imajinasi ini semacam area taman hiburan buat anak-anak.  Di sana ada macam-macam wahana permainan yg memang per wahana kudu bayar lagi. Sekitar 15 ribu sampai 25 ribu per wahana. Ada bianglala, pemancingan, gokart, bumper car, golf car ride, kuda tunggang, boat tow, ATV, mini jeep, bola apung, old fashioned train, dll. 

Favorit saya adalah bianglala (karena lumayan lama muternya; 5x puteran dan gak buru2, pemandangannya pun oke) sama old fashioned train-nya. Jadi konsep kereta nya itu kayak kita naik kereta mini dari stasiun jadul. Lucu juga liat track keretanya lho. anak-anak pasti suka. Anakku yg suka banget kereta sampai naik beberapa kali.

Tips ke TBN dan Alam Imajinasi

1. Pakai sepatu yg nyaman. Kalau bisa sneakers atau sepatu kets. Karena tempatnya luaaaaaaas banget. 

2. Bawa air minum yg banyak, takut dehidrasi.

3. Pakai topi untuk anak-anak.  Secara lumayan menyengat mataharinya kalau siang meskipun anginnya dinginn.. 

4. Bawa powerbank, karena tiap spot pasti bakalan sering foto-foto. hahaha..

5. Kalau jalan sama anak-anak, jangan maksain berjalan terus. Kudu tiap beberapa menit istirahat.  Kasian kalo kecapean. 

6. Di sana banyak musholla yg berdekatan dengan toilet untuk pengunjung Muslim jadi jangan khawatir sulit nyari tempat sholat. 

7. Usahakan jam 6 sudah lewatin pintu tol ciawi. Pasti lancar ke atas. 

8. Jalanan ke Taman Bunga rada rusak di beberapa titik dan banyak polisi tidurnya. So, jangan ngebut-ngebut yak.

anyway… Moga-moga info sederhana ini bermanfaat buat yg mo liburan hemat. πŸ˜„

Advertisements

4 thoughts on “Memanjakan Mata di Taman Bunga Nusantara”

  1. mbak. itu beneran anaknyah? umur mbak pandora berapa ya? kaya kaka ade. akhirnya si mbak nulis blog lagi. prok prok prok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s