Liburan yuk ke Ujung Genteng, Sukabumi

Buat yg pengen jalan-jalan ke pantai nan cantik dan nggak takut capek, sok atuh main ke Ujung Genteng.

Jarak tempuhnya kira-kira 7-8 jam dalam keadaan normal (macet sedikit).

Wiih.. lama bener yaa mau liat pantai aja.. Jangan salah mas dan mbak, pemandangannya sepanjang jalan asli keren bingits.. nggak bakalan bosen liatnya.. meskipun sedikit deg degan juga karena setelah melewati cibadak hingga kiara dua, jalanannya berkelok-kelok dengan jurang di kanan atau kiri jalan. Belum lagi jalannya sempit, cukup buat dua mobil tapi pas-pasan.. jaga kecepatan kendaraan jangan sampai di atas 50 km per jam.. Selain takut kecelakaan, terutama takutlah pada mabuk kendaraan.. wkwkwk.. serius… 😂 Namun, jangan khawatir, jalanan menuju Ujung Genteng relatif mulua kok meski memang kadang ada lubang di beberapa titik.

Setelah melewati surade, barulah jalanan berkurang drastis kelokannya alias lurus2 aja.. 😁 Biasanya dipungut retribusi (kemarin bayar 28 rb udah termasuk retribusi kendaraan dan orang) saat memasuki kawasan ujung genteng dan saat ke penangkaran penyu.. Tapi kayaknya sih bukan retribusi resmi..

Di sana banyak bgt penginapan yg rekomen. Yg paling mewah mungkin Turtle Beach Hotel, ada juga Ocean View Resort yg baru dibuka tahun lalu, dan penginapan yg saya tempati yaitu Pondok Hexa.
Kemarin (9-11 september 2016), di Pondok Hexa, kami menyewa cottage isi 3 kamar dengan ac dan kamar mandi di setiap kamarnya, plus ruang tv dan dapur (tipe paling lengkap). Harga untuk weekend 1.1 juta. Termasuk murah dibanding hotel2 dengan kamar segitu di wilayah Carita atau Anyer.. Di sini udah disediain kulkas dan peralatan masak, cuma gak ada rice cooker dan galon. so, bawa ndiri aja ya.. 😁

Ada banyak tipe kamar lainnya kok dengan harga terjangkau, dari yg isinya 2 kamar, 1 kamar dengan Ac, atau 1 kamar dengan fan alias kipas angin. Silakan dipilih yang sesuai budget.

Penginapannya sih menurut saya nilainya 7.5 dari 10 karena ada beberapa yg bikin kurang sreg.. Mulai dari ac bocor, remote abis batere gak diganti, dan pesan makanan di restoran nya yg baru dateng setelah hampir 1.5 jam.. Padahal cuma pesan nasi goreng.. hehehe… Kayaknya sih karena kekurangan orang di dapur.. Jadi, jangan lupa sedia popmie atau roti buat pengganjal lapar.

Tapi, lingkungan Pondok Hexa sangat asri. Ademm.. banyak pohon dan rerumputan. Juga disediakan mainan anak-anak seperti jungkat jungkit, ayunan, dan perosotan.. Di sana juga ada kolam renang yg bisa digunakan anak-anak serta orang dewasa.

Pantai di depan hotel sangat landai dan tidak ada ombaknya. Bening lagi airnya karena ombak sudah dipecah oleh karang yg ada di tengah laut. Jadi, cocok buat anak2 berenang. Apalagi disediakan area duduk yang nyaman buat kita leyeh-leyeh menikmati semilir angin laut dan es kelapa.

Kalau berminat atau mo tanya-tanya. langsung aja ke front office Pondok Hexa di no 08138058544

Budget bener-bener ngepas? Jangan cemas, di sana bertebaran kok penginapan yg harganya murmer.. Bisa juga menyewa rumah penduduk atau berkemah di pinggir pantai untuk lebih menghemat lagi.

Ada apa aja di ujung genteng? Kita bisa coba eksplor ke Curug Cikaso, Amanda ratu (tanah lotnya ujung genteng), ke Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan (jaraknya sekitar 20-30 menit dari Pondok Hexa, dan nggak rekomen buat bawa city car karena jalannya yg berbatu dan berpasir), ke pantai Cibuaya, dan pantai2 lainnya. Meskipun mungkin pantai lain selain Pangumbahan sulit dilewati kendaraan roda 4.

Tips ke ujung genteng berdasarkan pengalaman:

1. Berangkat lah sebelum subuh. Subuhan di jalan aja untuk menghindari macet akibat pasar di daerah cibadak dan sekitarnya. Long weekend kemarin berangkat pukul setengah 5 dr bogor sampai di ujung genteng pukul 11 siang meskipun bolak-balik berhenti di jalan (buat makan, buang air kecil, poto2 😂).

2. Sarapan ringan dan jangan terlalu kenyang kalau nggak mau mumun alias muntah. hehehe.. Buat yg hobi naik roller coaster sih mungkin perutnya lebih kuat. Untuk anak-anak, boleh minum anti*o biar nggak mabuk kendaraan.

3. Pesan penginapan 2 minggu sblmnya krn sering penuh. terutama pas weekend.

4. Isi penuh bensin di Surade dan jgn lupa ngambil uang di atm. Karena di Ujung Genteng nggak ada atm or pom bensin.. Adanya tukang jual bensin eceran..

5. Pastikan kendaraan dalam keadaan prima. Cek tekanan ban, air radiator, dan kondisi ban serep (klo bawa kendaraan roda 4) karena medannya yg lumayan berat dan ada banyak lubang di bbrp titik.

6. Jangan berangkat ke sana malam-malam kecuali bila konvoi kendaraan roda 4 (minimal 2 kendaraan) atau motor (minimal 4 kendaraan) karena rawan begal. Usahakan melewati Cibadak saat matahari sudah terbit.

7. Berkendara dengan etika yg baik. Nggak nyusahin kendaraan lain alias nggak bikin jengkel kendaraan lain. Apalagi kalau konvoi.. Inget, jalan itu milik bersama. Jangan arogan.

8. Kalau pengen bakar ikan, beli aja ikan di TPI ujung genteng. Setelah mentok di percabangan jalan kawasan wisata ujung genteng, belok ke kiri. Luruuuus aja sampai bertemu lokasi TPI. Bisa juga dibakar di warung2 seafood di sana. Biasanya harga ongkos bakarnya lebih murah. Sekitar 20 rb per kilo. sementara klo dibakar oleh pihak hotel tempat kita menginap bisa 30 rb per kilo. Lumayan terjangkau harga ikannya. Kemarin sempat beli lobster 1 kilo hanya 130 rb rupiah. Ikan bawal sekilo 20 rb. Ikan sarden sekilo 25 rb (belum ditawar). Cumi2 sekilo 30 rb. Yah pinter2nya nawar dah. apalagi klo bisa bahasa Sunda. 😁

9. Hati-hati saat bermain di pantai yang berkarang karena masih banyak bulu babi yang berkeliaran. 😨 jadi jangan lupa celingukan dulu buat memastikan kaki kita aman dari bulu-bulu mereka yg tajam.

10. Memasuki kawasan Pantai Pangumbahan atau Curug Cikaso, kita sering dimintai retribusi gak resmi.

11. Saat perjalanan pulang, sempetin deh beli sawo nan manis di kawasan Jampang Kulon. Sawonya bener-bener enak dan manis. Kisaran harga per kilo sekitar 15-20 ribu, sepinter-pinternya aja nawar. tapi jangan kebangetan ya nawarnya. sewajarnya aja.

12. Buang sampah pada tempatnya atau sediakan kresek buat tempat sampah sementara, apalagi klo camping di sana. Ocee.. malu klo masih buang sampah sembarangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s